Pasang Banner

Pasang Banner
Pasang Banner

Minggu, 18 Juni 2017

Waktu Gue Galau..

Senin, 24 April 2017

Dimana Tempat Nongkrong Murah Meriah di Jogja?

Sekarang ini di Jogjakarta khususnya sudah banyak berdiri tempat wisata alam baru. Bahkan tempat-tempat yang cenderung terpencil tidak luput dari sasaran objek wisata. Saking banyaknya obyek wisata yang baru maka dari warga lokal pun bahu membahu untuk mengelola daerahnya untuk menjadi tujuan wisata.

Dari sebagian tempat wisata alam tersebut ada yang menentukan tarif retribusi, namun ada juga yang sifatnya free alias tanpa retribusi. Gimana caranya ya... Nogkrong aja di pinggir jalan hehehe...(bukan maksud...) namun di sini ada banyak lho tempat nongkrong yang enak dan sebagai alternatif mengisi liburan selain di tempat wisata.


Oke gua coba cek satu per satu ya, yang gue tau tempat tempat favorit tersebut..

  • Alun-alun Kidul, Lokasi ini terletak di sebelah selatan komplek keraton Yogyakarta, coba aja deh kalau malam hari pasti ramai banyak orang yang nongkrong di situ apalagi kalau malam minggu. Sembari melepas penat setelah full aktifitas nongkrong di sini di temani secangkir kopi dan jagung bakar hmmm.... uenake sembari melihat indahnya kelap kelip bintang di atas sana.
  • Bukit Bintang. Lha, kalau yang ini sering menjadi sasaran ketika pergantian malam tahun baru. Walaupun tidak seramai pergantian tahun baru di Kota Yogyakarta namun lokasi ini menjadi penyebab macetnya jalan raya dari atau menuju Gunung Kidul. Karena view yang menarik untuk melihat kota Jogja dari atas bukit maka lokasi ini sangat ramai baik di hari biasa maupun hari-hari libur.
  • Watu Amben. Meski tergolong baru Watu Amben mengalami perkembangan yang pesat dalam hal pengembangan wisatanya. Tidak jauh dari Bukit bintang, lokasi ini lebih tinggi dan berada di sebelah selatan dari pertigaan Patuk.
  • Ada seh yang lebih baru namanya Bukit Tompak, letaknya di Sumur Bandung, Srimulyo, Piyungan. Walaupun sebenarnya cocok untuk di singgahi, namun akses untuk menuju lokasi belum sebagus tempat wisata pada umumnya di karenakan lokasi ini masih tahap pengembangan.
Banyak sih sebenarnya tempat nongkrong murah meriah yang lain, tapi udah lah itu aja dulu ya. Jariku sudah capek ngetik, maklum jarang posting. Eh, sebentar satu lagi nih tempat nogkrong gratis dan murah meriah yaitu di POS RONDA.. hehehe.. tuh kentongan di kampung dah di pukul...
 



Google Ping

Rabu, 07 September 2016

Wisata Alam Sumur Bandung di Piyungan

Wisata alam di dusun Sumur Bandung di daerah Piyungan, pernah dengar? Mungkin sebagian besar kita belum pernah mendengarnya namun bagi warga sekitar Piyungan nama ini tidaklah asing lagi. Lokasi yang berada di perbukitan dan terdapat bebatuan besar ini menyimpan sebuah pemandangan yang sangat bagus. Dusun ini terletak di sebelah selatan jalan Jogja-Wonosari km 12 tepatnya di dusun Kabregan ke arah selatan sekitar 2 kilometer melewati jalanan berbatu.


Di dusun ini memang terdapat sebuah sumur tua yang berada di tengah tengah bongkahan batu besar yang konon bernama Sumur Bandung. Dari tempat ini anda bisa menyaksikan keindahan kota Yogyakarta, hampir seluruh kota bisa anda lihat dari sini mulai dari sisi sebelah utara, barat, hingga timur nampak pemandangan yang menakjubkan. Bebatuan besar menjadi daya tarik tersendiri di lokasi ini, suasana hijau di sekeliling membuat teduh di hati dan enak di pandang mata. Bagi anda yang suka menjelajah alam dan suka akan tantangan rasanya sayang sekali apabila anda lewatkan untuk singgah di sini.

Birunya warna langit dan cerahnya cuaca sangat mendukung untuk berwisata di alam ini, apa lagi kalau senja hingga malam hari tiba. Pemandangan sunset yang tak kalah menarik bisa anda lihat dari sini, dengan di hiasi lampu perkotaan di malam hari menjadikan suasana yang tampak gempita.

Namun karena daerah ini masih alami dan baru wacana pengembangan daerah wisata maka sarana dan prasarana tentu saja masih minim, misalnya jalanan yang masih berbatu, lokasi parkir yang belum memadai dan tempat-tempat singgah untuk peristirahatan yang belum ada. Tentu ini akan menjadi perhatian besar bagi masyarakat maupun pemerintah desa guna menjadikan kawasan ini sebagai tempat wisata yang memadai. Terlebih lagi dukungan dari berbagai pihak guna pengembangan area wisata nantinya.

Salah satu versi cerita sejarah tentang Sumur Bandung menyatakan bahwa situs ini dibuat Sunan Kalijaga. Saat itu Sunan Kalijaga sampai ke lokasi ini dalam rangka penyebaran agama Islam. Waktu itu Sunan Kalijaga akan menjalankan sholat. Tapi nggak menemukan sumber air. Lalu, ia menancapkan tongkatnya di atas batu. Jadilah Sumur Bandung.  Konon katanya seperti itu.

Namun ada cerita versi lain yang menyebutkan bahwa Sumur Bandung ini mungkin dibuat orang pada masa dulu. Maksudnya agar sumur atau lubang yang dibuat pada batuan tersebut dapat menampung air hujan dalam jumlah banyak.

Sumur Bandung ini terdapat pula watu kenong yang merupakan batu bongkahan besar yang sehingga membentuk suatu perbukitan, dari sini akan nampak pemandangan seantero Kota Jogjakarta

Add caption


Bagi anda yang masih penasaran dan suka akan keindahan alam, tidak ada salahnya untuk mengunjungi tempat ini. Ya, itung itung ngilangin penatnya ibu kota atu sekedar refresing menenangkan pikiran. hehehe




Google Ping

Senin, 05 September 2016

Rasakan manfaatnya temu ireng untuk kesehatan

Tentu kita tidak asing lagi dengan yang namanya jamu, sejak kecil dulu jamu sering di gunakan sebagai media pengobatan sebelum adanya obat-obatan modern muncul. Hingga saat ini pun jamu masih populer di kalangan masyarakat, obat herbal yang tanpa kandungan bahan kimia ini juga banyak di gemari karena murni dari bahan alami.

Salah satu bahan dari jamu adalah temu ireng atau temu hitam dalam bahasa latinnya Curcuma aeruginosa. Rimpang temu ireng sering di gunakan dalam membuat ramuan jamu seperti jamu nafsu makan, jamu untuk kesehatan. Lebih jelas mengenai manfaat dan khasiat temu ireng atau temu hitam kita simak point-pointnya berikut ini.

1. Temu ireng sebagai penambah nafsu makan. Rimpang temu ireng yang sudah bersih di tumbuk dan di beri air matang kemudian  minum airnya.
2. Mengurangi pegal pegal setelah capek bekerja
3. Mengobati berbagai penyakit kulit seperti panu kadas kurap dan penyakit kulit lainnya
4. Mengurangi radang.

Untuk pegobatan sebagai jamu untuk diminum seperti untuk menambah nafsu makan, mengurangi pegal-pegal karena lelah bekerja atau menurangi radang maka untuk meramunya sebelum di konsumsi sebagai berikut:
- Ambil beberapa ruas temu ireng dan di cuci sampai bersih
- Di tumbuk samapi halus atau di parut seperti memarut kelapa
- Tambahkan sedikit air kemudian di peras dan di saring
- Minum air perasan, bisa juga di kasih garam sedikit sebagai pengurang rasa pahit.

Untuk obat luar, beberapa ruas temu ireng yang sudah bersih cukup di tumbuk dan campur sedikit minyak kelapa kemudian oleskan ke bagian yang terkena penyakit secara merata


Google Ping

Rabu, 16 Maret 2016

Sajian Walang Goreng Yang Terus Di Buru


Walang atau dalam bahasa indonesia disebut belalang merupakan sejenis serangga yang hidup di persawahan merupakan musuh bagi para petani dikarenakan walang merupakan sejenis hama tanaman yang memakan berbagai jenis dedaunan tanaman yang di tanam oleh para petani. Belalang ini suka memakan daun jati, daun pisang, dan rumput-rumput liar, alhasil berbagai macam jenis tanaman baik musiman maupun tahunan banyak yang rontok daunnya gara gara di gerogoti belalang.

Namun lain halnya dengan warga Jolosutro, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Sebut saja namanya Sugeng yang gemar mencari belalang baik itu di olah sendiri maupun di jual kepada siapa saja yang memesannya. Setiap kali mencari belalang Sugeng berbekal kantong berbentuk jaring dan sedong(sebutan warga sekitar) yakni bambu kecil sepanjang kurang lebih 5 meteran dengan ujungnya di pasang semacam jaring untuk menangkap belalang. Setiap kali berangkat mencari walang berangkat jam 08 pagi hingga siang hari bisa memperoleh sedikitnya 1 botol aqua besar yang di hargai Rp 50.000,00 bagi yang memesannya. Ketika malam tiba pun sering mencari belalang dengan berbekal senter kepala dan kantong tempat hasil temuan belalang.

Mencari walang di malam hari sangatlah mudah namun harus menunggu ketika walang sudah turun dari atas pohon dan yang berumur sudah tua. Ketika penulis mencoba mencari walang pada malam hari yang ketika itu di temani sama Sugeng(tetangga sebelah). Selesai magrib kami berangkat menuju lereng pegunungan di pinggiran desa dan menuju hutan perkebunan kayu jati di samping desa, hanya suara jangkrik yang menemani kami berburu walang.

Berbekal senter doang yang kala itu saya beli di pasar Prambanan seharga 45 ribu, cukuplah sudah untuk menerangi saat berburu walang. Menyusuri jalanan setapak menuju hutan jlumpangan, namun selama perjalanan sambil tengak tengok kiri kanan melihat apabila ada walang yang kelihatan. Tidak perlu lama hampir di setiap pohon dan tanaman selalu di jumpai walang yang hinggap baik itu di dedaunan maupun di batang tanaman seperti tanaman singkong, rumput gajah, daun pisang atau pohon gamal. Yups sangat mudah kami menangkapnya, karena ketika malam hari mereka jinak-jinak apalagi kalau sehabis hujan tambah jinak banget. Kadang dalam satu tangkai pohon di jumpai sekitar 5 hingga 10 belalang yang siap di tangkap tanpa ada perlawanan ataupun melarikan diri.

Selama mencari walang di rerimbunan tanaman dan rerumputan liar, alhamdulillah tidak menemui hal-hal yang kami anggap aneh. Sekitar jam 10.30 malam kami turun dari hutan dan menuju kerumah, yah semua sudah pada tidur. Akhirnya keesokan harinya baru bisa di masak dan di bumbui, humm sedap yummmy...eh pagi harinya orang pada datang untuk mencicipi walang buruan semalam...

Google Ping