Pasang Banner

Pasang Banner
Pasang Banner

Sabtu, 11 Mei 2013

Buaya Terbesar Ditangkap di Bengalon


Buaya Terbesar Ditangkap di Bengalon
Panjang 7 Meter, Berat Hampir 1 Ton, Dibawa ke Balikpapan
Jumat, 10 Mei 2013 - 09:13:21
|
Utama
|
Dibaca : 5232 Kali
SANGATTA - “Rekor” buaya muara tercipta di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim). Warga Desa Sepaso Induk pada Rabu (8/5) malam pukul 19.40 Wita, berhasil menangkap buaya super dengan ukuran panjang 7 meter dan bobot hampir 1 ton.

Ukuran buaya ini lebih besar dari “monster Sangatta”, buaya legendaris yang jasadnya kini diawetkan di Museum Kayu di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Buaya pemangsa seorang ibu pencari daun nipah pada 2003 tersebut memiliki panjang “hanya” 6 meter.

Namun, ukuran “monster Bengalon” yang mencapai 7 meter tak pelak menobatkannya sebagai buaya muara (crocodylus porosus) terbesar yang pernah ditangkap warga. Beberapa warga membenarkan, inilah penangkapan buaya terbesar dalam 10 tahun terakhir (berita terkait baca di halaman 36-Pro KutimRed).

Belum diketahui apakah “monster Bengalon” yang segera diamankan di Mapolsek Bengalon tersebut pernah memangsa manusia atau tidak.  Hanya, banyak orang menduga, dialah buaya penyambar Syahruni (16), gadis yang hilang diterkam hewan melata itu sebulan lalu. Hingga kini, jasad gadis pelajar SMK 1 Bengalon itu belum ditemukan. Si buaya 7 meter juga ditangkap di sekitar jembatan gantung penghubung Desa Sepaso Induk dan Sepaso Timur.

“Lokasinya tak jauh dari Syahruni diterkam. Mungkin buaya yang ditangkap itu juga pernah merobek paha lelaki warga Bengalon, sehingga menderita luka parah 30 jahitan. Karena tempat penangkapan buaya (di) Sungai Perdau juga,” kata Camat Bengalon, Mushan, kepada Kaltim Post kemarin (9/5).

Hanya satu cara untuk memastikan, yakni membelah perut sang monster. Namun, Pemerintah Kecamatan Bengalon sendiri telah berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk menempatkan buaya itu di penangkaran buaya di Teritip, Balikpapan.

Yang menarik, warga menangkap buaya tanpa bantuan jasa pawang. Mulanya, ungkap Mushan, didasari kejadian hilangnya Syahruni, masyarakat berbondong-bondong menaruh mata kail yang diberi umpan hewan.

Seorang warga bernama Sapri juga ikut menaruh jebakan kail besar diberi umpan bebek. Sedangkan tali pancing diikatkan pada pohon tak jauh dari rumahnya. Pancingan itu kemudian dimasukkan ke dalam Sungai Perdau.

“Kail itu dipasang Ny Sapri karena suaminya sibuk kerja. Selang beberapa menit setelah diturunkan ke  sungai, tali kail bergerak bersamaan dengan riak air keruh di sekitar lokasi. Ternyata buaya itu menyambar umpannya,” jelas Mushan.

Sadar umpan telah dimakan buaya, dalam hitungan detik, beberapa orang langsung mendekat untuk menarik kuat tali kail. Tidak disangka, buaya yang dipancing berukuran super. Warga lain berdatangan. Hewan berkulit tebal dengan berat kurang lebih satu ton itu akhirnya dapat ditaklukkan.

“Refleks saja Ny Sapri berteriak minta bantuan masyarakat setelah memastikan kail yang dipasang di belakang rumahnya itu dimakan buaya. Mendengar suara minta tolong, sejumlah warga langsung berhamburan keluar rumah menuju pinggir sungai,” sebut Mushan.

Sebelum dinaikkan ke darat, kekuatan buaya memang tidak dapat dilawan. Warga tak mau mengambil risiko dengan langsung mengangkat. Mereka cuma menunggu hingga sang monster kelelahan. Setelah dirasakan aman, warga bergotong-royong menariknya ke pinggir sungai dan langsung mengikat keempat kaki, ekor, dan mulut buaya tersebut.

“Saking besar dan panjangnya buaya itu, mobil Panther milik Polsek Bengalon tidak muat untuk mengangkut,” tutur Mushan.

Namun, Mushan tetap mengimbau warga di sekitar Sungai Perdau agar berhati-hati. Terutama, mereka yang sering beraktivitas di sungai. Pasalnya, Sungai Perdau hingga muara Bengalon merupakan habitat buaya muara. Akibat alih fungsi hutan menjadi lahan tambang dan sawit, ditengarai area habitat buaya juga semakin sempit hingga perlahan “berbaur” dengan masyarakat.

“Saya menyarankan warga agar waspada terhadap buaya di sepanjang aliran Sungai Perdau. Kalau perlu anak-anak jangan sampai mandi di sungai. Karena banyak buaya besar hidup di situ,” ucap Mushan.

Terpisah, Kapolsek Bengalon Iptu Devi Sujana menjelaskan, kemarin sore sang monster sudah dibawa tim dari Tenggarong yang kemudian rencananya dikandangkan di penangkaran buaya Teritip, Balikpapan.

“Memang ada buaya kurang lebih 7 meter ditangkap warga dan sekarang sudah dikirim ke penangkaran Balikpapan,” ucap Kapolsek. (ede/zal/k1)



Artikel Terkait

Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar