Pasang Banner

Pasang Banner
Pasang Banner

Sabtu, 15 Juni 2013

Cara Terjadinya Api Konsep Segitiga Api

Proses terjadinya api berdasarkan konsep segitiga api
 
Api merupakan sesuatu yang menyala pijar, peristiwa menyalanya api sebenarnya adalah karena proses pembakaran atau oksidasi. Proses terbentuknya api di karenakan adanya unsur pembentuknya yaitu: Oksigen, Panas, dan Fuel atau material. Jika ketiga unsur tersebut menyatu dan teroksidasi maka akan terjadi api yang menyala.

Oxygen(O2) merupakan unsur pertama terbentuknya api, adanya zat asam yang cukup. Kandungan  oksigen di tentukan dengan prosentase maka apabila kadar oksigen semakin besar maka nyala api akan semakin hebat, sedang kadar oksigen kurang dari 12 % maka tidak akan terjadi nyala api. Dalam keadaan normal diudara terdapat kandungan oksigen sebesar 21% dan udara mempunyai keaktifan pembakaran yang cukup.

Heat (panas/suhu)- panas bisa terjadi akibat beberapa hal misalnya dari sumber panas matahari, panas karena adanya gesekan atau benturan, panas karena adanya kompresi udara, panas karena adanya reaksi kimia atau adanya energi mekanik.


Fuel atau bahan yang mudah terbakar, benda tersebut bisa berupa zat cair, zat padat atau gas misalnya kayu kertas, bensin, minyak, dll.

Dari ketiga unsur tersebut saling mengikat dan dengan kondisi yang tersedia maka akan terjadilah api.

Langkah apa untuk mencegah terjadinya kebakaran?
Api atau kebakaran tidak akan terjadi apabila tidak memenuhi persyaratan dari ketiga unsur tersebut, bagaimana mencegah kebakaran? maka apabila terjadi suatu kebakaran cara mengatasinya adalah menghilangkan salah satu dari 3 unsu misalnya:
  • Menurunkan suhu dari panas api.
  • Menghilangkan atau mengurangi kadar dari oksigen.
  • Menjauhkan material-material yang mudah terbakar.
Api di bedakan menjadi 4 golongan atau kelas menurut cara terjadinya, yaitu:
  1. Api kelas A (Ash), yaitu api yang terbentuk dari material yang terbakar dalam bentuk padat, misalnya kayu, kertas, plastik, dan sejenisnya.
  2. Api kelas B ( Boil ), yaitu api yang terbentuk dari material yang berbahan bakar cair atau gas misalnya minyak, sola, bensin, dan sejenisnya.
  3. Api kelas C (Curent), yaitu api yang terjadi karena proses arus listrik.
  4. Api kelas D (Metal), yaitu api yang terjadi dari kebakaran material logam
Prinsip dasar melakukan pemadaman api? Pada dasarnya proses pemadaman api akan bergantung pada jenis kelas api tersebut untuk memilih jenis pemadam apa yang cocok untuk di gunakan.
Bahan apa saja sebagai pemadam api? Berikut ini beberapa alternatif untuk memadamkan api tergantung dari kelas api tersebut:
  1. Air bisa di semprotkan atau di siramkan tujuannya untuk menurunkan suhu dan menyerap panas
  2. Busa (Foam) bahan ni cocok untuk kelas api B, yaitu bertujuan untuk mencegah masuknya okigen atau udara masuk sehingga permukaan benda yang terbakar akan terselimuti oleh busa tersebut.
  3. Bahan pemadam berupa gas CO2 yaitu bahan pemadam api cocok untuk kelas api C. Karena dengan di semprotkan gas CO2 ke material yang terbakar tersebut akan mengusir dan mengurangi konsentrasi gas O2
  4. Bahan pemadam Tepung (powder) atau kimia kering cocok untuk semua jenis kebakaran.
  5. Bahan dry chemical  yaitu sebagai bahan pemadam kebakaran yang berfungsi ganda (multi purpose extinguisher)
Demikian tadi ulasan mengenai cara terjadinya api, semoga bermanfaat.
Selamat berakhir pekan...
Artikel Terkait

Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar