Pasang Banner

Pasang Banner
Pasang Banner

Selasa, 18 November 2014

Sakitnya tuh di sini, katanya...

Lagu heboh, ngetrend, dan paling ngehits di bulan oktober 2014 "Sakitnya tuh disini". Memang ini lagu lagi ngetrend, awalnya sih saya kira orang yang lagi curhat eh tak taunya video klip lagu dari cita citata.

Gimana sih kok bisa heboh seperti itu, saya sendiri sih kurang begitu mengerti. Cuma dari hasil nguping di tipi kemarin sih bilangnya si pembuat lagu itu lagi melampiaskan kekesalan dan kekecewaan sama mantan kekasihnya yang hampir menjadi suaminya. Dari pengakuannya sih cuma untuk lelucon dia upload lagunya di twiter eh malah banyak yang suka jadi tenar deh.

Oke, sambil kita bahas "sakitnya tuh di sini", ngomong-ngomong siapa sih yang tidak pernah ngerasain sakit hati? Kalau saya sih yakin pasti kebanyakan orang pernah ngrasain, hayoo.. bilang aja ngaku apa lagi yang pernah muda.

Apa saja sih yang bisa membuat sakit hati? Jawaban yang pasti ya kecewa, kecewa karena apa yang sebenarnya terjadi tidak sesuai dengan apa yang di harapkan. Cuman memang kadar kekecewaan seseorang berbeda-beda, karena semua itu tergantung dari cara mensikapinya. Yups, jangan lah kamu mencintai sesuatu dengan berlebihan, belum tentu apa yang kamu cintai itu lebih baik bagimu dan jangan lah membenci sesuatu dengan berlebihan pula karena bisa jadi itu lebih baik bagimu.

Mendengar lagu itu jadi teringat kisah si mimin, emang kenapa mimin?
Mimin itu dulunya banyak banget fans atau yang naksir mulai dari SD, SMP, SMA, sampai sudah bekerja saja masih ada yang naksir. Tapi emang tampang culun si mimin saking banyaknya cewek yang naksir masih saja ngejomblo, ya mungkin waktu itu mimin masih takut sama cewe kali.. kasihan emang ya..

Tapi diem-diem si Mimin ini juga naksir lho sama seseorang, tapi sayangnya telat. Begitu mau menyatakan cintanya eh... malah keduluan orang lain duh..duh..."sakitnya tuh di sini".Dan beberapa kali seperti itu juga. Hingga dari sekian banyak akhirnya jadian lah mimin dengan seseorang yang kemudian pacaran dan sampai ke jenjang pernikahan, namun sepertinya hidup mimin juga tidak seperti apa yang di harapkan Tuhan berkehendak lain, pernikahan yang diharapkan langgengpun akhirnya kandas di tengah jalan. "nasib-nasib" mimin kok apes begini.  

Mimin pun syok dan hidupnya terasa hampa, dunia pun terasa bergoncang dahsyat seolah-olah terjadi kiamat. Hingga suatu ketika ada sebuah wejangan "le.. ndonya ora mung sak godhong kelor" ya dunia ini tidak seluas daun kelor begitulah ucapannya. Dari sekilas ucapan itu mimin akhirnya tersadar bahwa dia harus move on, harus beranjak dari tidurnya, harus bisa menggapai mimpi angan dan cita-citanya. 

Biarpun ke sana kemari mimin cuma sendirian ia mencoba untuk bangkit dari keterpurukannya, di cari lah banyak referensi buku-buku motivasi, pengembangan diri, hingga akhirnya mimin bisa menjalani hidup dengan kebahagiaan dengan rumah tangga barunya.

Tips dari mimin hidup itu sudah ada yang mengatur, kadang kita di hadapkan pada situasi yang tidak menentu dan tidak memungkinkan yang kita sendiri merasa tidak sanggup memikulnya namun itulah cara terbaik yang di berikan olehNya.



Artikel Terkait

Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar