Pasang Banner

Pasang Banner
Pasang Banner

Kamis, 12 Februari 2015

Beberapa Penyakit Yang Timbul Akibat Banjir

Beberapa hari sepekan ini kita di sibukkan dengan berita masalah banjir baik itu di ibu kota maupun di beberapa daerah lain di Indonesia, selain menimbulkan beragam banyak masalah dan mungkin kerugian materi yang timbul perlu juga kita ketahui tentang dampak penyakit dari banjir itu sendiri. Berikut ini beberapa penyakit yang timbul akibat banjir:

  1. Demam Berdarah. Bila musim hujan tiba maka banyak sekali kita jumpai banyak genangan-genangan air, apalagi kalau habis banjir maka di mana-mana banyak smapah yang berserakan yang terbawa oleh arus atau luapan air dari sungai. Hal tersebut akan mempercepat berkembangbiaknya nyamuk terutama nyamuk aidesaegypti yaitu nyamuk yang berperan dalam penularan penyakit demam berdarah.  Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan peningkatan populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat. Untuk itu, sebaiknya Anda aktif melakukan 3M, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. Selain itu, segera bawa keluarga Anda ke sarana kesehatan, bila ada yang sakit dengan gejala panas tinggi yang tidak jelas penyebabnya, yang disertai tanda-tanda perdarahan.
  2. Leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira, dan termasuk salah satu penyakit zoonosis karena ditularkan melalui hewan. Di Indonesia hewan penular utama adalah tikus, melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan, terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri. Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia, di mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut. Seseorang yang memiliki luka, kemudian terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka akan berpotensi terinfeksi dan jatuh sakit. Untuk menghindarinya, Anda bisa melakukan langkah-langkah antisipasi, yaitu menekan dan menghindari tikus yang berkeliaran di sekitar Anda, dengan selalu menjaga kebersihan, hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka, gunakan pelindung, misalnya sepatu, bila terpaksa harus ke daerah banjir, dan segera berobat ke sarana kesehatan, bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil.
  3. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penyebab penyakit ini dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lain. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat, dapat disertai sesak napas, nyeri dada. Penanganan penyakit ini dapat dilakukan dengan istirahat, pengobatan simtomatis sesuai gejala atau pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab, peningkatan daya tahan tubuh, pencegahan penularan kepada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan. Faktor berkumpulnya banyak orang, misalnya di tempat pengungsian korban banjir, juga berperan dalam penularan ISPA
  4. Penyakit Kulit. Penyakit ini dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain. Pada musim banjir, maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Seperti ISPA, maka faktor berkumpulnya banyak orang berperan dalam penularan infeksi kulit.
  5. Penyakit Saluran Cerna Lain. Demam tifoid merupakan salah satu penyakit saluran cerna, yang juga terkait dengan faktor kebersihan makanan.
  6. Perburukan Penyakit Kronis yang Mungkin Sudah Diderita. Hal itu terjadi karena penurunan daya tahan tubuh, akibat musim hujan berkepanjangan, apalagi bila banjir berhari-hari.

Hindari beberapa penyakit tersebut dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kita dan menerapkan pola hidup sehat.

referensi lain http://www.readersdigest.co.id/sehat/info.medis/waspadai.tujuh.penyakit.musim.banjir/005/001/265
Google Ping
Artikel Terkait

Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar