Pasang Banner

Pasang Banner
Pasang Banner

Sabtu, 14 Maret 2015

Hati hati Modus Penipuan Jebak Narkoba

Kali ini saya mau share tentang modus penipuan tentang grebekan narkoba yang di alami oleh istri teman saya. Belum tahu apakah modus seperti ini termasuk baru atau bukan yang jelas korban telah tertipu senilai Rp 300000,- hasil dari ngutang tetangga.

Kronologis ceritanya seperti ini, Kira jam 14:15 tanggal 14 Maret 2015

Siang itu saya baru asik berselancar sama mbah google, kemudian teman Ariyanto(istri korban) saya berada di luar ruangan sambil bercandaan bersama teman yang lainnya. Ketika lagi asik bercandaan, teman saya tadi tiba-tiba di telpon istrinya yang di rumah, di lihat dari nada bicara dan tingkahnya seolah panik seperti ada sesuatu. Terlihat Ariyanto mondar mandir sambil memegang handphone yang masih menempel di telinga, sambil menanyakan kejadian, tempat nya dimana, tiba-tiba teriak 'narkoba' ke lawan bicaranya.

Mendengar nada bicara seperti itu saya pun kaget, sambil ngomel ngalor ngidul Ariyanto sempat kami tentang kejadian apa yang telah terjadi. Kemudian masih terlihat panik, ngomong kalau anaknya terkena jebak narkoba di hotel atas info dari istrinya yang di rumah dan minta tebusan uang agar bebas dari jeratan. Habis itu Ariyanto pulang kerumah menemui istrinya perihal kejadian tersebut. Ketika hendak mau pulang kami sempat mengingatkan "pastikan dulu, temui istrimu hati-hati dengan penipuan"

Setelah sampai di rumah Ariyanto mendapati rumahnya ramai dengan banyak tetangga yang ngumpul di situ. Kemudian dia menyempatkan telepon anaknya yang memang lagi kerja di hotel, ternyata di angkat dan dia nya tidak apa-apa (modus).

Kronologis kejadian si pelaku dengan cepat memanfaatkan situasi panik istri Ariyanto yang mendapatkan kabar seperti itu. Dari penuturan yang di sampaikan ke kami, ada poin-poin penting yang agak perlu di cermati

  • Pelaku menelpon istri Ariyanto, memberikan kabar kalau anaknya sedang terkena jebak gerebegan narkoba di hotel
  • Pelaku mengabarkan bahwa anaknya bisa bebas dengan tebusan sebesar 20 juta rupiah
  • Korban merasa panik, dan merasa tidak mampu membayar uang sebesar itu
  • Pelaku menurunkan jumlah uang tebusan menjadi Rp 1 juta 
  • (merasa korban ga punya uang) pelaku meminta di ganti pulsa, sebisanya dulu
  • Korban yang masih panik, dan di bantu pinjaman dari tetangga mencari counter hp dan membelikan pulsa senilai 100 ribuan hingga 3 kali ke nomor hp pelaku.
Merasa ada yang janggal Ariyanto meminta hp  yang di bawa oleh istrinya, tak berapa lama lagi telepon berdering, dan pelaku meminta kekurangan dari uang tebusan yang di minta. Namun hal itu di tanggapi oleh Ariyanto  dengan meminta ketemuan di kantor polisi, namun cuma di tanggapi 'ya' oleh pelaku. Dan selang beberapa menit, nomor tersebut tidak di angkat ketika di telepon, nomor pelaku yang di pakai juga tidak aktif beberapa menit kemudian.

Melihat kejadian seperti itu, saya sempat berpikir bahwa beberapa kejadian penipuan yang hampir-hampir mirip juga sering terjadi baik itu di berita online atau yang kadang pernah di alami beberapa teman saya yang lain. Ada dengan modus kecelakaan lalu lintas dari anggota keluarga kita, modus kena tilang polisi dari anggota keluarga, modus mama minta pulsa, modus undian berhadiah, dan beberapa modus lainnya. Dengan saya share artikel ini semoga mengingatkan kita akan modus-modus penipuan yang sering terjadi belakangan ini sehingga kita tidak terpancing dalam kepanikan yang di buat oleh pelaku penipuan. Saran admin sih harus di pastikan dahulu kalau menerima berita atau kabar yang kurang jelas asalnya.

Google Ping
Artikel Terkait

Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar