Pasang Banner

Pasang Banner
Pasang Banner

Rabu, 22 Mei 2013

Hierarchi Controls

Hazard Control atau kontrol terhadap suatu bahaya dengan tujuan Dalam upaya mengendalikan resiko dan mengurangi dampak yang dapat ditimbulkan oleh peralatan atau pekerjaan, terdapat cara pengendalian yang sangat dasar yang bertujuan untuk menghilangkan atau menekan resiko ke tingkat yang dapat diterima saat menggunakan sebuah peralatan atau melaksanakan sebuah pekerjaan yang disebut hirarki kontrol (hierarchy of control). Hirarki kontrol ini terdiri dari lima dasar pengendalian terhadap resiko di antaranya adalah: 

1. Primary Control Methods/Engineering Control 
Engineering adalah mengurangi resiko dari peralatan dan pekerjaan dengan cara membuat perubahan (rekayasa) pada peralatan atau pekerjaan sehingga tingkat resiko dapat dikurangi sampai ketitik resiko yang dapat diterima. 
Tipe pengendalian dengan teknik rekayasa:


  • Mensubstitusi dengan proses yang kurang berbahaya ( lebih aman )
  • Mengganti proses untuk mengurangi pemaparan
  • Mennutupi atau melindungi proses sehingga bahaya tidak tertransformasi terhadap pekerja
  • Menggunakan ventilasi isap (exhaust) secara lokal atau keseluruhan untuk mengurangi konsentrasi agent berbahaya di udara
  • Mengatur getaran yang timbul sehingga kebisingan dan trauma ke badan dapat dikurangi
Contoh pengendalian dengan teknik rekayasa:

  • Memasang peredam suara di sekeliling peralatan yang bising
  • Memsang pelindung (guards) di sekeliling pinch point /rotating couplings
  • Merelokasi katup (valves) switches and shutdown devices dari area yang berbahaya
  • Memasang pelindung lampu pada mesin-mesin di tempat pemuatan

2. Secondary Control Methods / Administratif Controls
Variasi proses manajemen dapat untuk mendendaliakan pengaruh bahaya seperti pemilihan staff, pembatasan jam kerja, merotasi dan mengatur skedul kerja karyawan agar tidak terlalu terpapar bahaya tempat kerja, program pemeliharaan, prosedur pembelian.
Contoh pengendalian secondary (spesific administrarif) sebagai berikut:
  • Mengubah atau mengatur ulang pelepasan bahaya ke suatu periode / shift dengan jumlah pekerja di lapangan lebih sedikit dengan demikian potensi untuk pekerja terpapar bahaya tersebut berkurang.
  • Mengendalikan jalan masuk dari pengamat atau peninjau dan orang yang tidak berkepentingan ke area kerja
  • Mengontrakkan pekerjaan kepada kontraktor yang ahli/berpengalaman dengan bukti-bukti pengelolaan K3 yang baik
3. Tertiary Control Methods / Work Practice
Langkah ketiga ini mempunyai tipe resiko ringan (Minor and Residual Risk). Pengendalian tersebut meliputi praktek-praktek kerja yang sesuai dengan bentuk prosedur yang tepat dan pelatihan training untuk memastikan bahwa para pekerja mengetahui bagaimana mengenali dan menghindari bahaya apabila mungkin.
Contoh Pengendalian Tertiary (work practice) meliputi:
  • Merevisi langkah-langkah kerja pada prosedur kerja
  • Mengurangi penggunaan tenaga fisik dalam setiap langkah kerja
  • Mengubah syarat-syarat kepegawaian atau ketenagakerjaan 
  • Mengidentifikasi dan memberikan atau menyediakan peralatan yang baru yang lebih baik
  • Membuat tempat kerja yang lebih aman
4. Alat Pelindung Diri (APD) 
Alat pelindung diri (APD) ini merupakan langkah terakhir yang digunakan dalam upaya untuk meminimalisasi tingkat resiko. 
Kelima pengendalian resiko diatas sangat dianjurkan untuk dilaksanakan sesuai dengan urutannya, tujuannya adalah untuk memaksimalkan hasil dari pengendalian. Setiap langkah diatas memiliki nilainya tersendiri dalamupaya pengendalian resiko. Dari kelima langkah pengendalian resiko tersebut diatas diharapkan peralatan atau pekerjaan dapat digunakan atau di laksanakan dalam tingkat resiko yang dapat diterima. Karena pada dasarnya resiko tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dan hanya dapat di kendalikan dan diminimalisasi sampai ke tingkat yang dapat diterima. Demikian sekilas infonya, Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan terutama yang memiliki yang berkecimpung di dunia kerja dengan tingkat resiko yang dapat mengancam keselamatan kita. 
Kalau ada kritik atau masukan yang dapat membangun, kami akan sangat menghargainya.
Oke sob itu dulu penjelasan mengenai hirarki kontrol yang telah di berlakukan di seluruh bidang pekerjaan 
Artikel Terkait

Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar