Pasang Banner

Pasang Banner
Pasang Banner

Rabu, 03 Juni 2015

SURVIVAL,Cara Bertahan Hidup Di Hutan dan Alam Bebas

Jika anda seorang pecinta alam mungkin tidak asing lagi dengan namanya Survival atau di sebut juga dengan teknik bertahan hidup di alam bebas atau di hutan belantara. Namun banyak juga orang yang mengaku sebagai pecinta alam dan sering naik gunung namun minim dengan pengetahuan dasar dari teknik bertahan hidup di alam bebas seperti ini, dan hasilnya bisa di pastikan adalah adanya kasus kecelakaan di alam bebas tersebut.

Kelihatan sepele namun jangan sekali-kali mengabaikan tentang pengetahuan dasar teknik bertahan hidup seperti ini, karena yang namanya alam bebas jauh berbeda dengan di kota bos... Jikalau di kota atau di kampung kita kelaperan masih ada harapan agar orang bisa nolongin, namun kalau di hutan jangankan minta tolong orang lain, bisa-bisa kita yang di makan harimau(hehehe). Makanya di hutan uang menjadi tidak berarti yang sangat berarti adalah solidaritas teman dan ilmu tentang bertahan hidup ini.

Kembali lagi masalah survival, sebenarnya ada banyak teknik misalnya seperti bagaimana jika tersesat, atau bagaimana bila terjadi badai atau hujan. Namun kali ini saya coba share tentang makanan darurat yang bisa di makan ketika kita kehabisan bekal dan harus bertahan hidup di alam bebas. Berbekal dari materi pelajaran waktu jadi anggota pecinta alam dahulu seperti ini lah kira-kira yang dapat saya share.
Dalam menentukan makanan yang bisa di makan maka perlu sebuah pedoman supaya kita terhindar dari keracunan dan gangguan pencernaan seperti:
  1. Pilih tumbuhan yang dimakan monyet/kera.  Secara genetik primata ini yang paling menyerupai manusia, otomatis makanan yang mereka makan akan lebih mudah diterima oleh pencernaan kita.
  2. Anda dapat mencari atau berburu hewan. Misal: Ayam hutan, burung, jangkrik, serangga, kelelawar, katak, tikus, cacing dll
  3. Hindari tumbuhan berbulu. Tumbuhan berbulu, tidak bisa dicerna oleh organ pencernaan manusia. Kalau tetap nekat memakannya, Anda bisa mengalami iritasi organ pencernaan.
  4. Hindari Tumbuhan yang mengandung banyak getah. Tumbuhan bergetah biasanya gatal dan menyebabkan keracunan.
  5. Hindari tumbuhan yang berbau tidak sedap atau menyebabkan pusing
  6. Carilah umbi dari tanaman. Misal: bengkoang, talas, kentang, dll
  7. Carilah Batang yang dapat dimakan. Misal: tebu, rebung, batang pisang, dll
  8. Carilah Daun yang dapat dimakan. Misal: selada air, daun paku, daun singkong, daun pakis, dll
  9. Jika terpaksa carilah Jamur. Hindari yang berwarna mencolok, baunya menyengat, mengeluarkan getah, tumbuh di kotoran hewan dan berbintik-bintik kontras.
Setelah anda menyeleksi calon makanan itu, sebelum anda makan sebaiknya anda rebus terlebih dahulu sampai matang supaya kuman dan bakteri mati.

Namun jika anda masih curiga dengan tumbuhan yang sudah anda seleksi tadi, anda dapat mengetes sekali lagi apakah Tumbuhan dan Jamur yang anda temukan memang dapat anda makan.

Selain makanan bagaimana menemukan air di hutan?
Sedang untuk memperoleh air anda dapat mendapatkannya dengan:
  1. Mengumpulkan dari embun pagi.
  2. Dari air hujan.
  3. Dari tetes air di ujung-ujung daun.
  4. Dari cerukan atau retakan batu.
  5. Dari perasan lumut.
  6. Dari buah atau dahan tanaman yang mengandung banyak air.
Semoga ulasan ini dapat menjadi sedikit bekal pengetahuan agar kita tidak panik dan tetap dapat bertahan hidup jika kita tersesat di hutan dan tidak lagi memiliki makanan dan air lagi.

Google Ping
Artikel Terkait

2 komentar :

  1. In addition in the case of whiskers, fish baung and catfish also a benthic fish that have similar physical and habits.
    http://www.suksestoto.com/

    BalasHapus