Pasang Banner

Pasang Banner
Pasang Banner

Jumat, 22 Maret 2019

Kisah Sukes Rifai dan Rumah dijual banyak dipasang di mana-mana


Image result for peruntungan menjadi makelar jual beli rumah Sob, ya kali ini kita bahas masalah rumah. Rumah merupakan dambaan bagi setiap orang, setiap orang memerlukan rumah sebagai tempat tinggal tentunya dengan memiliki rumah seseorang akan merasakan kenyamanan, bahkan merupakan sesuatu yang harus di miliki.

Untuk sekarang ini sering kita jumpai berbagai macam tipe rumah mulai
dari type 36,42,52 dan banyak lagi. Dengan meningkatnya kebutuhan akan rumah, maka peluang ini banyak di manfaatkan oleh agen property, pengembang, kontraktor perumahan sebagai lahan bisnis dan investasi yang menggiurkan. Maka tidaklah heran apabila setiap tahun harga rumah selalu naik, hal ini di karenakan tingkat kebutuhan akan rumah begitu tinggi. Banyak sekali agen perumahan yang menawarkan jasanya dengan sistem jual beli rumah.

Ketika kita sedang melakukan perjalanan keliling di perumahan kadang sering kali kita menemui papan dengan tulisan rumah di jual, ya sebenarnya memang banyak alasan bisa karena yang punya lagi membutuhkan uang sehingga menjual rumahnya, bisa kerena rumahnya banyak sehingga perlu menjual salah satu rumahnya, atau malah rumah di jadikan peluang bisnis atau investasi.

Untuk point ke tiga memang memberikan gambaran bahwa nilai dari sebuah properti akan meningkat setiap tahunnya, bahkan bisa melebihi dari nilai uang itu sendiri. Itu alasan kenapa rumah bisa memberikan peluang investasi bagi anda.

Sekarang ini jual beli rumah sudah merambah ke dunia online atau digital, dengan secepat kilat anda bisa mengetahui harga rumah pasaran di daerah tertentu, sehingga akan memudahkan seseorang dalam menentukan budget yang perlu di keluarkan untuk membiayai rumah tersebut. Situs-situs jual beli maupun iklan baris sering di manfaatkan sebagai tempat untuk mengiklankan rumah tersebut sehingga peluang jual beli rumah pun semakin besar juga dengan adanya teknologi internet.


Kisah Sukses Rifai Mantan OB Mencoba Peruntungan Menjadi Makelar Jual Beli Rumah

"Bukan kemampuan yang menentukan kesuksesan hidup seseorang, tetapi ketulusan dan tekad dalam mencoba."

Kutipan Mario Teguh terlihat selaras dengan pengalaman hidup Rifai Slamet, mantan office boy (OB), yang kini telah menjadi agen properti yang sukses.
Sebagai seorang OB, ia tidak pernah mengira akan mendapat penghasilan hingga Rp. 100 juta dalam sebulan dari menjual rumah. Kepada Rumah.com, Jumat (22/1/2016), ia menceritakan kisah sukses yang menginspirasi ini.

Karier Rifai di dunia properti dimulai pada 2013 sambil bekerja sebagai OB di Oris Property. Seperti kebanyakan OB, tugasnya sehari-hari adalah memastikan kebersihan kantor, membuat kopi untuk staf dan atasan, dan membeli makan siang.

Tapi peruntungannya berubah pada akhir 2015 ketika dia beristirahat di antara pekerjaan. Staf Properti Oris menawarkan untuk memasang cantuman di situs properti online Rumahdijual.com.
Karena situs ini tidak memungut biaya sepeser pun, Rifai merasa tidak ada salahnya mencoba dan memanfaatkan peluang emas ini.

Tetapi kesuksesannya tidak diterima begitu saja. Dia harus meluangkan waktu untuk belajar menggunakan komputer. Untungnya, orang-orang di sekitarnya tidak keberatan membantunya.
"Saya tidak pernah kuliah, jadi saya tidak tahu tentang komputer sama sekali. Untuk internet, saya hanya bisa bermain Facebook. Itu juga melalui ponsel," katanya sambil tertawa.

"Saya akhirnya mendapatkannya (menggunakan komputer dan menggunakan internet) karena saya diajar oleh rekan-rekan saya di sini. Juga oleh Pak Omar, bos saya. Tanpa mereka, saya tidak tahu apa-apa. Sekarang, saya baik-baik saja," tambahnya, masih tertawa sedikit.
Setelah beriklan, dia mengaku tidak terlalu memikirkannya. Dia kembali untuk mengejar pekerjaannya sebagai OB. Sesekali, ketika ada kesempatan, dia kembali untuk beriklan. Hingga suatu hari, ketika dia sibuk dengan pekerjaannya, ponselnya berdering.

Suara dari sisi lain mengaku tertarik pada rumah yang ia jual. Sebagai seorang OB, ia mengaku tidak terbiasa berbicara dengan calon pelanggan. Tetapi dia tahu bahwa inilah saatnya untuk belajar. Dia juga berusaha menjawab semua pertanyaan sebanyak mungkin.
"Ketika saya pertama kali menerima panggilan, saya sangat gugup. Kata-kata saya terbata-bata," Slamet menjelaskan.

Keduanya sepakat untuk bertemu. Lagi-lagi dia mendapat pelajaran baru. Karena dia tidak terbiasa bertemu pembeli kelas atas, dia meminta bos untuk menemaninya. Dari sana dia mendapat pelajaran berbicara dengan calon pembeli dan teknik penjualan.

"Setelah melihat dan mempelajari cara bos saya menjual dan berbicara dengan calon pembeli, saya menjadi semakin tertantang dan kepercayaan diri mulai meningkat," jelasnya.
Tanpa diduga, calon pembeli ternyata tertarik dengan rumah yang ditawarkan seharga Rp. 4 miliar di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Kesepakatan tercapai dan transaksi terjadi. Tidak diragukan lagi, komisi pertama sebagai agen properti masuk ke sakunya seharga Rp. 40 juta. Wow!

Melihat hasil yang menggiurkan, puluhan kali gaji sebagai OB, Rifai didorong untuk belajar lebih banyak dan terus mengeksplorasi bidang properti. Motivasi juga datang dari atasan yang selalu mendukung untuk bergerak maju.

Pundi-pundi komisi yang dikumpulkan dialokasikan untuk membeli kendaraan dalam bentuk sepeda motor dan peralatan untuk mendukung kegiatan perantara. Padahal sebelumnya pria ini mengaku tidak memiliki kendaraan pribadi.

Rencana untuk tahun ini adalah bahwa ia berencana untuk membeli tempat tinggal yang sederhana sehingga ia tidak lagi tinggal di rumah sewaan. Meskipun perekonomian perlahan-lahan meningkat, ia masih mempertahankan kepribadian yang rendah hati dan terus bersyukur, dan tidak melupakan dirinya dengan orang-orang hebat yang telah mendukungnya.

Ketika ditanya apakah ada langkah akurat yang digunakan saat pemasaran, dia mengatakan bahwa dia hanya perlu memahami produk apa yang akan dia jual.

"Memahami detail produk sangat wajib. Jadi ketika konsumen bertanya, saya bisa menjelaskan tanpa mengada-ada," katanya.

Selain itu, pria berusia 40 tahun ini juga melakukan indoktrinasi agar ia selalu datang lebih awal dan berusaha agar tidak terlambat ketika ada janji dengan pembeli.

"Sopan santun juga harus dijaga. Jangan sampai klien merasa tidak nyaman dengan sikap kita. Itulah gaya yang selalu saya pakai," jelasnya.
Strategi penjualan Rifai relatif sama dengan broker lain. Beriklan di situs properti online seperti Rumah.com, lalu tindak lanjuti dengan menghubungi calon pembeli yang telah meninggalkan pesan pada daftar.

"Tidak mudah untuk mendapatkan pembeli langsung karena ada banyak proses yang cukup panjang. Jadi Anda harus bersabar, maju dan jangan menyerah dengan cepat. Dan yang terpenting, selalu perbarui info terbaru kepada calon pembeli yang telah tertarik dengan produk kami, "katanya.
Ketekunan dilakukan perlahan berbuah manis. Pada Januari 2016, ia berhasil mengantongi komisi sebesar Rp. 100 juta. Tidak heran perusahaan saat ini bekerja sebagai spesialis wilayah Cipete. Produk yang dipasarkan adalah rumah tinggal senilai Rp. 4 miliar.


Semoga kisah Rifai Slamet, OB, yang berhasil mengubah profesinya menjadi broker, dapat menginspirasi Anda untuk terus mengejar pekerjaan yang sedang dijalani. Karena siapa pun tidak akan pernah tahu, kapan peluang dan kekayaan datang kepada Anda.

Salam

[rumah di jual, harga rumah] Google Ping
Artikel Terkait

Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar